Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Post

Bagaimana Merawat Anak Perempuan

Bagaimana Merawat Anak Perempuan

kindergarten-girl-reading

 

Anak Perempuan  adalah insan yang lemah, dia tidak diciptakan untuk bisa berdiri sendiri, karenanya biasanya dia membutuhkan seseorang yang bisa mengasuhnya. Tatkala orang-orang di masa jahiliah sudah menjadi adat mereka merendahkan dan menghinakan kaum wanita, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam datang dengan memberikan motifasi dan janji pahala yang besar kepada siapa saja yang mendidik mereka, memuliakan mereka, serta berbuat baik kepada mereka.

Kedua hadits di atas menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mempunyai anak wanita lalu dia mendidik dan mengasuh mereka dengan baik. Nabi shallallahu alaihi wasallam menjamin kedekatan orang itu dengan diri beliau dan beliau mengabarkan bahwa anak-anak perempuan tersebut bisa menjadi syafaat bagi mereka yang akan melindungi mereka dari api neraka.

Hanya saja butuh diingat bahwa keutamaan terlindung dari api neraka ini hanya berlaku bagi yang mempunyai anak wanita kemudian dia mengasuh dengan baik serta mendidik mereka dengan pendidikan yang islami yang sangat kuat. Adapun bagi yang mempunyai anak wanita tapi dia tidak memperdulikan pengasuhan dan pendidikan mereka maka dia tidak mendapatkan janji pahala di atas. Syafaat ini juga hanya didapatkan oleh orang yang muslim, karena sudah dimaklumi bersama bahwa orang kafir atau yang berbuat kesyirikan tidak berhak mendapatkan syafaat sama sekali.

Anda ingin sosok anak perempuan  yang lembut, tapi kuat dan mandiri? Apa pun karakter anak perempuan Anda, pahami cara pandangnya, agar kelak ia tumbuh menjadi pribadi yang positif.

Peduli dan dipedulikan.
Anak perempuan tak sesederhana anak laki-laki. Mereka punya cara pandang berbeda! Bila sekarang Anda punya anak perempuan lebih baik lakukan ini:

  • Berhenti membandingkannya dengan anak laki-laki.
  • Berpikir dari sudut pandang anak perempuan.
  • Kurangi keyakinan bahwa laki-laki dan perempuan sama, bahwa maskulin lebih baik, ketimbang feminin.

Cara pandang anak perempuan:

  • Memandang dunia sebagi “hubungan.” Anak perempuan menciptakan hubungan timbal-balik, saling ketergantungan yang setara (take anda give).
  • Harga dirinya meningkat dengan mengetahui bahwa ia, adalah bagian dari sebuah relasi, dan bisa memelihara relasi itu dengan baik.
  • Anak perempuan memandang hubungan sebagai dasar perilaku. Tindakannya ditujukan untuk memelihara hubungannya dengan orang lain.
  • Anak perempuan selalu mencari cara untuk menggunakan kekuatannya bersama orang lain, ketimbang melampui kekuatan orang lain.

Dengan memahami cara pandang anak perempuan, Anda akan lebih mudah melihat perilaku anak perempuan, dari pemahaman bahwa ia perlu menjaga hubungan, dan selalu mencari cara untuk peduli dan dipedulikan.

Kembangkan potensi khas. Orang tua ingin akan perempuan yang pintar dan mandiri, kembangkan kekuatan dna potensinya dengan melihat fakta ini:

  • Anak perempuan merasa dicintai dan dihargai bila ditolong. Walau demikian, Anda tetap harus mengembangkan kemandiriannya sedini mungkin.
  • Anak perempuan bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu tanpa mengabaikan hal lain. Jangan marahi, bila puteri Anda tetap asyik menggunting padahal ia sedang diajak bicara.
  • Anak perempuan cenderung bekerja sama, tidak bersaing. Kembangkan keinginan untuk bersaing karena persaingan bukan kejahatan. Sertakan dalam berbagai lomba dan ajarkan menerima kekalahan tanpa merasa terpuruk dan menerima kemenangan dengan bangga.
  • Ajak perempuan menggunakan lidah untuk bertengkar. Jelaskan padanya, bahwa ketajaman mulut bisa lebih menyakitkan ketimbang tendangan atau tonjokan, jadi, tak peril bertengkar dan mengolok-olok.

10 Perawatan yang Benar untuk Bayi Baru Lahir

Suasana rumah jadi hangat dengan tangis bayi baru lahir. Ketahui 10 cara perawatan yang benar agar bayi baru Anda  menjadi bayi paling bahagia sedunia!1. Makan Lagi, Makan Lagi. Pada bulan-bulan pertama, lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Karena itu,   menawari bayi makan adalah cara paling efektif untuk menyetop tangisnya,  meski  itu  berarti  Anda harus menyusui bayi sesering mungkin; pagi, siang, sore dan malam. Mengapa bayi makan lagi makan lagi? Ini karena,  rasa lapar adalah sensasi baru  baginya. Di rahim ibu  bayi  terbiasa  menerima asupan makanan terus-menerus dari plasenta, sehingga tidak pernah merasa lapar.

1. Ketika lahir ke dunia, sistem pencernaan bayi belum terbiasa untuk  mencerna makanan  dalam jumlah besar, kemudian “kosong” beberapa waktu.  Untuk membantu bayi beradaptasi dengan perbedaan ini, pada minggu-minggu pertama  Anda tidak perlu menjadual jam makan bayi. Berilah dia makan sesering mungkin.  Jadual makan bayi akan terbentuk  di usia kira-kira lima minggu.

2. Waktunya Buang Air! Pipis dan BAB  bayi  baru juga  belum kenal jadual. Tetapi  sering buang air adalah  hal yang baik, pertanda bayi cukup makan. Jangan   tunda mengganti popoknya, agar bayi tidak menangis karena basah dan tidak nyaman.  Amati juga air seni  dan fesesnya karena keduanya bisa menjadi alat ukur kondisi bayi, misalnya, air seni yang terlalu kuning  menandakan bayi kurang cairan. Feses bayi  yang  mendapat ASI  ekslusif lebih lunak dan tidak  terlalu berbau. Setelah bayi pipis atau BAB, segera bersihkan alat kelaminnya. Bubuhi bokong dan selangkangannya dengan krim untuk menghindari ruam popok.

3. Baby Dress Code. Apa iya, bayi baru lahir harus dibedong sepanjang hari? Apa betul bajunya harus berlapis-lapis dan selalu pakai selimut? Ayahbunda,  iklim tropis di negara kita sebenarnya tidak cocok dengan pakaian bayi gaya dibuntel-buntel.  Saat udara panas dan    bayi berada di ruangan non-AC,  coba cek belakang leher bayi, jika terasa panas dan lembab,  berarti dia  kegerahan. Jika demikian, singkirkan alas tidurnya dan ganti bajunya dengan yang  lebih ringan. Pastikan  pakaian bayi terbuat dari bahan alami, seperti katun 100%,   yang      menyerap keringat, mudah dicuci dan disetrika. Panduan berbusana  untuk bepergian lain lagi. Kenakan mantel atau cardigan,  kaos kaki, sepatu dan topi pada bayi untuk mencegah dia  masuk angin.

4. Kosmetika Bayi. Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath,  baby shampoo, baby oil,  baby lotion, baby powder, baby cream,  baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan  oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih.  Apa pun  mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut.  Hentikan pemakaian.

Beralihlah pada kosmetika bayi yang  bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan  produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi.

5. Kegiatan yang Dibenci Bayi. Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju,  mandi,  keramas, diberi obat tetes mata  dan  tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi  dengan mengajaknya bercakap-cakap,   memberi pelukan dan ciuman.

6. Lingkungan yang Nyaman. Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi.  Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik,  terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari  31 derajat Celcius).   Bayi juga bisa rewel karena silau, karena  itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.  Tidak dianjurkan  menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

7. Mainan Bayi. Fungsi mainan  bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi  pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.  Beruang Teddy  yang lembut menyenangkan bayi saat  ia merabanya.  Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika     digoyang, juga  menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho.  Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan  di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

8. Ritual Tidur. Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari  dan terbangun 2 – 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang    harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

9. Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir.
Kolik, ruam popok,  hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru.   Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan  atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka  popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok -  diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet,  infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan  resep obat dari dokter. Sedangkan kolik  yang umumnya tidak dapat disembuhkan,  bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun,  disusui, atau diusap-usap perutnya.

10. Orang-orang di Sekitar Bayi. Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya.  Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda,  jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit  diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap”  suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya.  Ketika     mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan  dia pun ikut-ikutan rewel.     Jadi,  jagalah suasana hati Anda  di dekat bayi.  Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.

Bagaimana Merawat Anak Perempuan

Post

Hak Cuti Melahirkan dan Menyusui

Hak Cuti Melahirkan dan Menyusui

77219187c1674d059fb11222d2b9b4a4

Undang-undang Ketenagakerjaan (UUK) No. 13 pasal 82 Tahun 2003 tentang cuti melahirkan selama 3 bulan dirasa cukup melindungi hak-hak para wanita hamil. Pemerintah Indonesia melindungi hak dasar Ibu melahirkan untuk kesehatan reproduksinya, setelah proses melahirkan. Walau, sebenarnya dalam menentukan kapan cuti diambil adalah hak si Ibu hamil, jadi tidak harus satu setengah bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Institusi di Indonesia memberikan kebebasan tenaga kerja untuk bebas memilih waktu cuti, asalkan ada rekomendasi dari dokter/bidan dan informasi waktu cuti kepada perusahaan.

Akan lebih baik bila negara melindungi hak Ibu untuk menyusui dan bayi untuk mendapatkan ASI, terlebih sudah dicanangkan program ASI eksklusif. Komnas Perempuan memberlakukan peraturan bagi tenaga kerja di Komnas Perempuan tentang cuti menyusui. Jadi, para Ibu akan mendapatkan cuti melahirkan selama 3 bulan dan cuti menyusui selama 3 bulan. Dengan harapan Pemerintah Indonesia bisa ikut melindungi hak menyusui.

Cuti Menyusui 6 Bulan dan Cuti Haid, Seberapa Perlukah?

Menjadi perempuan memang istimewa, sebab hanya perempuanlah yang bisa haid, melahirkan dan kemudian menyusui. Sudah semestinya, sebagai makhluk istimewa, perempuan juga mendapatkan hak-hak istimewa. Beberapa waktu yang lalu, penggiat ASI mengusulkan mengenai cuti menyusui hingga 6 bulan dengan maksud agar ASI Eksklusif 6 bulan penuh tercapai. Sebuah usulan yang mulia dan tentunya sebagai peempuan saya menyetujui sekali. Sebab, acapkali pekerjaan dijadikan alasan untuk tidak menyusui anaknya secara eksklusif. Bagi ibu yang kurang memiliki pengetahuan mengenai cara-cara menyimpan ASI tentunya hal ini bisa menjadi kendala pencapaian ASI Eksklusif. Kemudian, bagi ibu-ibu pekerja pabrik, dimana kerja mereka dihitung dengan ukuran jam tentunya jadwal memompa ASI jadi terganggu, belum lagi soal di mana ia akan memompa ASInya. Hal-hal tersebut akan menjadi kendala bagi ibu menyusui. Untuk itulah para penggiat ASI ini mengusulkan mengenai cuti menyusui hingga 6 bulan.

Kabarnya, di negara lain, ibu yang menyusui sudah mendapatkan hak cutinya. Jika memang begitu alangkah indahnya jika negeri kita ini juga mengikuti. Namun, rupanya usulan ini mental. Ironisnya bukan dari para pemegang kebijakanlah usulan ini mental, melainkan dari pekerjanya sendiri yang justru berjenis kelamin perempuan. Apa pasal mereka menolak? Bagi perempuan yang bekerja dengan gaji bulanan tetap seperti pegwai pemeritahan, tentunya hal ini tidak menjadi masalah. Tetapi, bagi perempuan yang bekerja degan hitungan waktu dan upah harian tentunya mereka akan menolak usulan ini. Bayangkan saja, enam bulan tanpa bekerja artinya enam bulan tanpa penghasilan. Lalu, bagaimana ia bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, bagaimana ia bisa memperoleh nutrisi yang baik agar produksi ASInya baik. Mereka berfikir, percuma saja mendapata cuti enam bulan untuk menyusui tapi yang untuk menyusui yang tidak ada.

Di sisi lain pihak pabrik yang harus memenuhi target, tentunya tidak mau repot-repot menunggu satu atau dua buruhnya yang cuti enam bulan karena menyusui sementara di luar pabrik masih ribuan perempuan lain yang mengantri pekerjaan. Inilah kenyataannya, negeri ini memang masih belum bisa memberikan jaminan kesehatan bagi rakyatnya.

Lain cuti menyusui lain pula cuti haid. Haid memang tidak menyangkut makhluk hidup lain. Haid hanya menyangkut satu individu saja. Tapi jangan remehkan haid. Ketika haid datang, terkadang emosi seorang perempuan menjadi tidak stabil, hal ini memang normal. Terkadang pasangan atau keluarga nada uring-uringan tidak jelas, rupanya dia sedang kedatangan tamu bulanan. Hal ini memang wajar, Pre Menstrual Syndrom, terkadang memang membuat seseorang bahkan dengan pengendalian diri yang baik pun menjadi “uring-uringan”.

Permasalahan lain adalah nyeri haid. Bagi sebagian perempuan, nyeri haid bisa sangat menyiksa. Seorang teman bahkan ketika nyeri haid sampai hampir pingsan.Dysmenorrhea pertama (nyeri haid ketika perempuan belum menikah) biasanya dihubungkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa sakit. Dan ini adalah sesuatu yang normal. Rasanya memang menyakitkan, saya membayangkan pekerja pabrik yang harus bekerja sepanjang shiff kerjanya sementara perut mereka dilanda nyeri yang hebat.

Lalu bagaimana dengan usulan cuti haid sendiri? Sekali lagi, sebagai perempuan tentu saja saya setuju. Namun, bagaimana dengan perempuan dengan siklus haid yang pendek, dalam satu bulan bisa dua kali. Haruskah ia juga mendapatkan cuti 2 kali. Sementara cuti melahirkan saja (untuk PNS) hanya bisa menapatkan cuti hingga anak ke-dua. Anak ke tiga , tidak mendapat cuti, tidak masuk askes, pokoknya anak swasta lah hehee.

Kembali pada permasalah cuti haid dan cuti menyusui, seberapa perlukah kedua cuti ini. Untuk cuti menyusui saya pribadi mendukung sekali dengan catatan, ada jaminan kesejahteraan ( sejenis asuransi) bagi perempuan sehingga ketika ia menyusui bayinya tidak terganggu dengan pikiran-pikiran nanti makan apa karena kondisi ekonomi yang tidak menenttu. Mungkin nanti ketia usulan Ibu Menkes tentang JAMKESMAS SEMESTA, sebuah system jaminan kesehatan bagi semua rakyat Indonesia tidak melihat kaya atau miskin sudah terealisasi maka cuti menyusui 6 bulan bisa terwujud. Atau mungkin nanti, ketika para koruptor sudah tidak menggerogoti APBN dan APBD (ujung-ujungnya koruptor lagi ya) sehingga alokasi untuk jaminan kesehatan rakyat sudah benar-benar maksimal.

Sementara untuk cuti haid, rasanya masih banyak yang harus di rumuskan mengenai tata aturannya. Mengingat kadar dan lamanya nyeri haid bagi sesorang berbeda-beda. Mengingat, siklus haid seseorang juga berbeda-beda. Saya sendiri belum pernah membaca penelitian mengenai human error yang disebabkan karena nyeri haid, artinya sejauh ini masih bukan gangguan. Jangan sampai cuti haid malah menimbulkan kecemburuan sosial bagi rekan kerjanya karena ketiban limpahan pekerjaan. Atau jangan sampai cuti haid ini jadi merugikan individu yang bersangkutan dan instansi-nya.

 Hak Cuti Melahirkan dan Menyusui

Post

Lanjutkan Menyusui Hingga 2 Tahun

Lanjutkan Menyusui Hingga 2 Tahun

Health_Breastfeeding_031814

Tantangan menyusui anak usia 1 tahun atau lebih: 

Menyusu berjam-jam. Pada usia 1 tahun atau lebih, ASI hanya memenuhi kalori 30% dari kebutuhan energi total anak. Sebagian kebutuhannya dipenuhi dari makanan padatnya. Menyusu berjam-jam, biasanya terjadi pada malam hari – sebetulnya ia tidak menyusu untuk mendapat ASI tapi lebih karena ingin ngempeng atau mentil. Dengan menyusu dan menempel payudara ibu, anak akan merasa lebih nyaman.

Atasi dengan:

  • Beri pelukan dan ciuman sebelum disusui, agar anak merasa tenang.
  • Pilih posisi yang nyaman.  Jika posisi tiduran, sediakan bantal atau guling untuk menyangga punggung yang miring sehingga membantu menopang punggung.
  • Lakukan bed time ritual, seperti mencuci kaki dan tangan, ganti baju piama, baca buku, dongeng, doa bersama dan akhiri dengan musik lembut pengantar tidur. Sehingga ia akan merasa lebih nyaman untuk pergi tidur tanpa harus menyusu berjam-jam.

 

Banyak gaya. Beragam posisi menyusu si 1 tahun mulai dari menungging, tengkurap hingga berdiri. Sebetulnya tidak semua anak melakukan banyak gaya seperti ini ketika menyusu. Atasi dengan: Biarkan saja ia bergaya. Ia sedang belajar eksplorasi diri dan kemampuannya. Namun jika Bunda merasa tidak nyaman karena payudara jadi sakit atau sedang menyusui ditempat umum, ajak anak bicara perlahan-lahan.

Menggigit! Usia 1 tahun, gigi susu anak sudah mulai tumbuh lebih banyak . Tidak jarang anak dengan sengaja atau tidak sengaja menggigit puting. Atasi dengan: Ibu harus tahu kapan anak sudah puas dan sudah selesai menyusu. Segera sudahi kegiatan menyusui, jangan berikan waktu padanya untuk bermain-main yang bisa membuat anak menggigit puting.

Badannya makin berat. Makin bertambah usia, berat badannyapun bertambah. Berat badan ideal untuk anak usia 1 tahun mencapai 10 hingga 12 kilogram. Atasi dengan: Cari posisi menyusui paling nyaman untuk menopang berat badannya. Atau pilih posisi menyusui dengan tiduran sehingga Anda tidak perlu menahan berat badannya.

Tarik sana tarik sini. Biasanya karena ia sudah kenyang, bisa saja konsentrasi menyusu terpecah dan memilih bermain-main. Saat inilah biasanya ia akan menarik-narik puting ke sana kemari sehingga membuat puting sakit. Atasi dengan: Beri pengertian pelan-pelan atau beri mainan lain untuk mengalihkan perhatiaannya. Selain itu jangan berikan ia waktu untuk bermain dengan puting. Segera sudahi jika ia terlihat sudah selesai menyusu.

Mau kapan saja. Tiba-tiba anak teriak minta nenen sambil meremas payudara atau berusaha membuka kancing baju. Menyusui memang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tapi lain halnya jika saat sedang di tempat umum. Balita belum bisa melihat situasi. Sama halnya dengan  berteriak minta makan, anak bisa melakukannya setiap  saat dimanapun. Atasi dengan:

  • Sebelum mengajaknya pergi ajak anak bicara terlebih dahulu agar ia tidak berteriak saat meminta ASI.
  • Jika kondisi tidak memungkinkan untuk menyusui, misalnya bukan di ruang menyusui atau saat sedang mangantri di kasir, tundalah menyusui dengan memberinya pengertian.
  • Bila anak tak sabar untuk disusui,  segera pergi ke ruang menyusui atau gunakan apron menyusui sehingga Anda tetap nyaman menyusui.

 

Efek Menyusui Lebih dari 2 Tahun bagi Anak

Apa efek menyusui lebih dari 2 tahun? Pertanyaan ini mungkin sering dilontarkan oleh para ibu yang menyusui hingga anaknya berusia di atas 2 tahun. Kasus ini memang sering terjadi pada anak yang sulit disapih. Setelah dengan berbagai macam cara menyapih anak namun tidak berhasil, kadang ibu menyerah. Ia menyusui anaknya hingga lebih dari 2 tahun. Sebenarnya adakah dampak bagi anak yang disusui lebih dari 2 tahun?

Menyusui anak memang dianjurkan dilakukan pada setiap ibu. Ibu yang telah melahirkan  selalu dianjurkan untuk menyusui bayinya secara eksklusif selama 6 bulan, dan melanjutkan program menyusui hingga usia anak 2 tahun. Anjuran hingga 2 tahun ini sering diartikan sebagai batas maksimal anak untuk menyusui. Padahal, menurut para ahli, jika anak usia 2 tahun masih ingin menyusui sang ibu sebaiknya memang memberikannya hingga anak mau berhenti sendiri.

Efek Menyusui Lebih dari 2 Tahun bagi Anak

Anak memang sebaiknya tidak dipaksa untuk berhenti menyusu. Banyak orang tua yang memaksa anak untuk berhenti menyusu dengan berbagai macam cara bahkan hingga menakut-nakuti anak agar berhenti menyusu. Padahal, hal ini akan membuat anak menjadi seorang yang penakut. Anak akan berhenti dengan sendirinya jika ia sudah merasa siap berhenti menyusu.

Di masyarakat ada anggapan bahwa efek menyusui lebih dari 2 tahun akan menjadi anak yang nakal dan bodoh. Padahal, hal ini tidak ada kaitannya sama sekali. Malah, dengan anak menyusu ini akan semakin mendekatkan anak dengan ibu. Masalah karakter anak tentu berkaitan dengan pola asuh dan pengajaran pada anak, tidak berkaitan dengan menyusu.

Penyapihan anak memang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu dan anak. Untuk penyapihan, ibu bisa memberikan pengertian pada anak bahwa ia tidak bisa terus menerus menyusu. Jika ia sudah cukup besar, ia harus sudah berhenti menyusu. Tapi ingat, penyapihan sebaiknya tidak dilakukan dengan pemaksaan atau dengan menakut-nakuti karena akna memberikan trauma tersendiri pada anak.

Penyapihan bisa dilakukan dengan pengurangan intensitas menyusu secara teratur. Jika awalnya anak menyusu enam kali, Anda bisa menguranginya menjadi 5 kali, lalu 4 kali, begitu seterusnya hingga anak benar-benar bisa lepas ASI. Setelah penyapihan, ibu harus benar-benar memperhatikan asupan gizi anak. Bari anak makanan yang sehat dna bergizi serta susu sapi segar minimal 2 kali sehari. Hindari susu yang mengandung gula karena kurang baik bagi anak.

 Lanjutkan Menyusui Hingga 2 Tahun

Post

Cara Mengasah Otak Anak

Cara Mengasah Otak Anak

kids study brain

Kemampuan anak memperhatikan atau berkonsentrasi, pengendalian impuls, daya ingat serta kemampuan perencanaan anak. Keempat aspek tersebut dapat dilatih dengan melakukan berbagai kegiatan di rumah bersama Anda. Kegiatan berikut ini tidak hanya melatih otak anak, tapi juga mempererat hubungan Anda dengan si kecil.

1. Menggambar dan Mewarnai Saat menggambar dan mewarnai, anak-anak diharuskan untuk berkonsentrasi. Anak-anak pun melibatkan semua anggota tubuh, pikiran serta perasaan mereka secara bersamaan sehingga membuat mereka memahami bagaimana menggunakan kekuatan otak mereka saat melakukan aktivitas ini.

2. Bercerita Bercerita atau yang sering disebut storytelling, ternyata lebih dari sekadar pengantar tidur anak. Dengan mendengarkan Anda bercerita, anak akan terlatih untuk memberikan atensi atau berkonsentrasi pada apa yang Anda katakan. Selain itu, mendengarkan cerita dapat menstimulasi bagian otak yang berbeda dengan bagian otak yang terstimulasi ketika anak membaca buku bergambar. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mengingat anak.

3. Apa ini? Apa itu? Coba isi sebuah kantung kain dengan beberapa jenis mainan. Anda dapat memberikan tema dari mainan tersebut, misalnya hewan, alat transportasi, dan sebagainya. Lalu tantang anak Anda untuk menebak beberapa mainan di dalam kantung dengan cara merabanya. Anda bisa membiarkan anak Anda merabanya dari luar kantung ataupun dari dalam dan menyuruhnya untuk menutup mata. Permainan ini membutuhkan daya ingat serta kemampuan anak untuk menghubungkan informasi sensor anak dengan pengetahuannya terhadap bentuk tersebut.

4. Bermain Detektif Perkenalkan anak Anda kepada sebuah benda, lalu sembunyikan benda tersebut. Tantang anak untuk menemukkannya dengan memberikan beberapa petunjuk yang membawanya lebih dekat kepada benda tersebut. Permainan interaktif ini sangat membantu anak dalam mengasah kemampuan perencanaannya. Anak harus menghubungkan petunjuk verbal dengan hal-hal yang ia lihat di sekitarnya, serta menyesuaikan rencana mereka dengan bertambahnya informasi yang ia dapat dari Anda.

5. Memasak Bersama Tidak dapat dipungkiri anak-anak sangat suka makanan ringan yang manis seperti cookies atau biskuit. Hal ini dapat Anda manfaatkan dengan mengajaknya membuat kue bersama. Memasak dengan mengikuti sebuah resep melatih anak untuk bekerja dengan perencanaan dan terus memperhatikan langkah selanjutnya dalam perencanaan tersebut.

6. Bermain Peran Memerankan seseorang dalam sebuah drama melatih daya ingat anak. Anak diharuskan menjadi seorang karakter serta menyesuaikan dialog dengan keadaan dan plot yang berkembang. Hal ini juga dapat melatih pengendalian diri anak serta memaksa anak untuk berfikir secara fleksibel. Tidak harus bermain peran di sebuah drama pertunjukkan. Permainan peran di rumah seperti permainan dokter-pasien dan polisi-penjahat pun cukup untuk mengasah empat aspek fungsi eksekutif anak.

7. Playland Anda tidak harus pergi ke taman bermain untuk bermain rintangan bersama anak. Anda dapat menyusun taman bermain karya Anda sendiri dengan menggunakan beberapa barang di rumah seperti sofa, kursi makan, meja, dan sebagainya. Permainan ini menantang anak untuk berpikir kreatif dalam menghadapi rintangan yang berbeda-beda dalam usaha mencapai garis finish. Kegiatan ini juga dapat melatih anak dalam mengontrol gerak tubuh serta merencanakan pergerakan fisiknya.

Jika menginginkan anak dengan kecerdasan multipel harus dilakukan perangsangan sejak bayi setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), dengan mengajak berbicara, bermain untuk merangsang perasaan dan pikiran, merangsang gerak kasar dan halus pada leher, tubuh, kaki, tangan dan jari-jari atau disebut stimulasi dini.

Stimulasi dini yang dilakukan oleh orang tua berbeda-beda tergantung usia anak. Cara stimulasi dini yang tepat untuk mengembangkan kecerdasan anak dikutih dari www.idai.or.id adalah berikut ini:

  • Umur 0 – 3 bulan Pada usia ini bayi membutuhkan rangsangan untuk membuat mereka nyaman. Anda harus sering menggendong dan memeluk bayi, mengajak berkomunikasi lewat tatapan mata, senyuman, mengajak berbicara, menarik perhatian anak dengan memperdengarkan musik, suara, dan benda-benda berbunyi. Bayi juga harus diberi rangsangan visual berupa memberikan mainan yang menarik dan mencolok, dan mengajaknya untuk menggapai mainan tersebut. Aktivitas bayi juga mulai ditingkatkan posisi tengkurap dan mengguling bayi ke dua arah kanan dan kiri.
  • Umur 3 – 6 bulan Rangsangan pada bayi ditambah dengan posisi duduk selain tengkurap dan telentang dua arah. Rangsang anak untuk mengenali wajah dengan media cermin. Tambahkan pula permainan tebak-tebakkan atau ‘cilukba’.
  • Umur 6 – 9 bulan Pada usia ini bayi sudah dilatih untuk berdiri dengan berpegangan pada tiang atau meja, ajaklah duduk sesering mungkin saat bermain tidak hanya telentang. Latih bayi menyebutkan nama dirinya dan orang-orang terdekat, gerak tubuh juga ditambah dengan bertepuk tangan. Dengan membacakan dongeng juga melatih bayi memulai daya imajinasi mereka.
  • Umur 9 – 12 bulan Latihan mengucapkan namanya, ayah-ibu sesering mungkin, tingkatkan kemampuan berjalan walaupun masih berpegangan untuk latihan berdiri tegak. Permainan  cerdas bisa Anda lakukan misalnya bermain bola, mengisi air ke dalam bejana. Biasakan bayi tidak lagi minum dari botol tetapi dari gelas.
  • Umur 12 – 18 bulan Pada usia ini, bayi sudah mulai menunjukkan respon dalam permainan, sehingga tingkatkan pola permainan pada bayi untuk mengasah kecerdasan otak mereka. Permainan tersebut bisa berupa membuat rumah-rumahan dari balok, bermain puzzle sederhana, belajar menulis atau sekedar menggambar bebas dengan media pensil warna. Ajak anak untuk sering berdiri dengan berjalan baik maju ataupun mundur, bermain bola melalui menendang untuk merangkan syaraf pada kaki, memanjat mainan tangga. Latih bayi untuk bisa melepas celana atau kaus nya sendiri. Dengan begitu bayi akan banyak merespon perintah-perintah kecil yang Anda utarakan.
  • Umur 18 – 24 bulan Ajaklah bayi berkomunikasi dengan mengenalkan anggota tubuh. Misalnya menunjuk kepala, pundak, hidung, kaki, mata dan sebagainya. Memperlihatkan cerita bergambar, atau kumpulan gambar buah, hewan dan benda sehari-hari. Latih gerak motorik tangan dengan membuat garis, berlatih mencuci tangan sendiri, latihan melempar bola.
  • Umur 2 – 3 tahun Kenalkan pada bayi nama-nama warna, menghitung jumlah benda, bermain kartu bergambar, membuat garis dan bentuk, bermain boneka, latihan menyebutkan nama-nama untuk meningkatkan daya ingat, membiasakan bayi buang air kecil di toilet.
  • Setelah umur 3 tahun Pada usia ini anak seharusnya sudah mampu melakukan semua kegiatan diatas sehingga Anda hanya perlu mengembangkannya dan mempersiapkan diri untuk masuk ke lembaga sekolah. Anak juga mulai dilatih dikenalkan huruf dan angka dan mengajaknya menulis dan berhitung secara sederana. Pada usia ini latihlah anak untuk mandiri, dan tahu perintah-perintah sederhana.

Cara Mengasah Otak Anak

Post

Tantangan Menyusui Ibu Bekerja

Tantangan Menyusui Ibu Bekerja

77219187c1674d059fb11222d2b9b4a4

Bingung ketika harus kembali bekerja, padahal masih menyusui? Itu memang menjadi problematika hampir semua ibu bekerja.Banyak sekali tantangannya. Yang Anda butuhkan: galang dukungan!

Problematika ibu bekerja hampir semua sama. Kekhawatiran tidak bisa menyusui secara ekslusif, padahal bayi masih sangat membutuhkan ASI Anda. Jangan khawatir, Bunda! Coba kenali dulu tantangan-tantangan yang mungkin Anda hadapi dan temukan solusinya.

Tantangan 1:

 Mobilitas kerja tinggi. Pekerjaan Anda menuntut Anda untuk seharian berada di luar kantor, lembur, atau mobilitas kerja yang terlalu aktif. Hal itu tentunya bisa menyulitkan niat Anda memberikan/memerah ASI.
Mengatasinya:

  • Delegasikan “tugas luar” kepada staf yunior atau asisten.
  • Manfaatkan teknologi komunikasi untuk menggantikan tatap muka dengan mitra kerja.
  • Jika tetap harus keluar kantor, jeli mencari tempat khusus untuk memerah ASI.
  • Bawa perlengkapan memerah dan cooler box ke manapun.
  • Bekerja lebih efisien agar tidak harus lembur
  • Hanya jika terpaksa, boyong lemburan ke rumah.

Tantangan 2:

  Jenis pekerjaan berisiko. Anda peneliti di laboratorium kimia, dokter yang merawat pasien, polisi wanita yang menginterograsi tersangka kriminal, field officer proyek konstruksi, atau operator mesin berat.
Mengatasinya:

  • Cari tahu apakah lingkungan pekerjaan membahayakan jiwa, memengaruhi kesehatan dan produksi ASI. Misalnya, persentuhan dengan zat kimia, polusi udara, atau tertular penyakit dari pasien. Jika ya, ajukan mutasi bagian untuk sementara.
  • Jika tetap harus bekerja, ekstra waspada dan lakukan tindakan preventif, seperti lebih sering cuci tangan, mengenakan masker, minum air kemasan jika kantor di kawasan industri yang airnya kemungkinan tercemar, dan menjaga stamina tubuh.

Tantangan 3:

Sering ke luar kota. Mengatasinya:

  • Delegasikan tugas dinas kepada yunior atau asisten.
  • Jika  tak mungkin didelegasikan, jadwal ulang perjalanan, misalnya menggeser jadwal bertemu supplier di luar negeri.
  • Bawa anak beserta pengasuhnya dalam perjalanan dinas.
  • Pilihan terakhir, tetap berangkat namun pastikan stok ASI cukup selama Anda tidak ada, serta selama dinas tetap memerah ASI. Jika ASI tak mungkin Anda simpan –karena tak mungkin membawa cooler box– buang ASI dan tetap memerah saat payudara penuh. Dengan demikian produksi tetap lancar.

Tantangan 4:

Stres di kantor. Banyak hal bisa jadi pencetus stres di tempat kerja. Dan ketika Anda masih menyusui, stres ditambah hormon-hormon yang belum pulih benar akan berdampak pada produksi ASI!
Mengatasinya:

  • Pertinggi ambang stres dan jangan terlalu melibatkan emosi dalam pekerjaan. Jangan sensitif menanggapi omongan atau sikap orang lain, fokus bekerja dan menyusui.
  • Tetap sibuk agar positive thinking dan tidak sempat mendengarkan gosip.
  • Disiplin waktu agar pekerjaan tidak bertumpuk dan bikin stres. Namun, pastikan tetap membina hubungan baik dengan kolega dan klien.
  • Supaya kantor lebih fresh –dan Anda tidak cepat suntuk–, letakkan tanaman atau ikan hias di meja, aromaterapi, camilan sehat dan multivitamin,  juga… foto bayi.

Tantangan 5:

Tidak ada ruang menyusui. Mengatasinya:

  • Jadikan mobil pribadi sebagai ruang laktasi. Pasang gorden, nyalakan AC –buka kaca jendela sedikit–, pasang musik, dan perahlah ASI –jangan lupa cuci tangan dulu.
  • Alternatif lain, gunakan ruang rapat jika kosong, pinjam rumah atau apartemen teman yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari kantor.

Tantangan 6:

Jarak terlalu jauh. Waktu berangkat dan pulang kerja menghabiskan waktu 4 jam atau 1-2 kali waktu perah. Bagaimana jika payudara bengkak di jalan? Bagaimana jika ASI perah yang disimpan keburu rusak?
Mengatasinya:

  • Jika ada budget, kos atau sewa apartemen selama 3 bulan di dekat kantor dengan memboyong bayi dan pengasuhnya.
  • Jika tidak memungkinkan, cari lokasi memerah di perjalanan (rest room hotel, fitting room butik, ruang menyusui di mal).
  • Sekali  lagi, jadikan mobil sebagai “ruang laktasi”.
  • Agar ASI perah tetap baik, beli cooler box yang muat minimal 5 bungkus ASI.

Apapun tantangan dan kesulitan yang dihadapi, Bunda, jangan pernah menyerah untuk terus memberikan ASI untuk bayi. Tetap fokus dan galang dukungan dari orang-orang di sekitar akan sangat membantu.

Bila ibu bekerja pada perusahaan yang belum memiliki ruang laktasi secara khusus, disarankan untuk tidak melakukan pemerahan ASI pada toilet karena alasan kebersihan. Ditemui disela kesibukannya sebagai seorang ibu bekerja, Mega Alamia Dewi, 29 tahun, ibu satu anak dari Muhammad Faizan Aidan Athaurrahman ini mengungkapkan bahwa pada awal ia bekerja kembali setelah masa cuti bersalinnya habis, betapa sulitnya menemukan tempat yang pas baginya untuk memerah ASI karena kebetulan perusahaan tempatnya bekerja belum mendukung program ASI eksklusif melalui penyediaan ruang khusus untuk laktasi.

Namun, berdasarkan niat yang kuat untuk memberikan gizi terbaik bagi buah hatinya, Mega mencari tempat khusus yang walaupun tidak ideal namun cukup memberikan kenyamanan baginya untuk memerah ASI yaitu di ruang server. Di rumah, ia menyediakan freezer khusus untuk menyimpan ASI. Mega mewakili para ibu menyusui yang bekerja menyarankan agar disetiap perusahaan bersedia menyediakan ruang khusus untuk proses laktasi karena gizi yang baik semenjak bayi akan sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu bangsa. ASI mengandung semua jenis kebaikan yang dibutuhkan seorang bayi. Kandungan ASI yang utama diantaranya :

Laktosa

merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.

Lemak

merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi  utama bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat  yang akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.

Oligosakarida

merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.

Protein

Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan.

Langkah – langkah memerah ASI di kantor:

Berbagai persiapan perlu dilakukan ibu bekerja dalam menyediakan ASI bagi buah hatinya. Diantara persiapan alatnya antara lain pompa ASI, Cooler bag (tempat menyimpan ASI yang telah dipompa dan disimpan dalam botol), botol ASI dan steamer. Tahapan penyediaan ASI adalah sebagai berikut :

Sebelum digunakan, blue ice (ada pada cooler bag) disimpan terlebih dahulu didalam freezer selama semalam. Pergilah ke ruang laktasi atau bila perusahaan belum menyediakan ruang tersebut maka carilah sebuah ruangan yang nyaman dan mendukung privasi ibu selama memerah ASI.

3.     ASI yang telah dipompa dimasukkan kedalam botol dan diletakkan kedalam cooler bag Berikan etiket (label) pada botol ASI yang berisi tanggal dan jam ASI tersebut selesai diperah Setelah sampai dirumah, ASI langsung dimasukkan kedalam freezer

Untuk penggunaan, dahulukan botol yang memiliki tanggal dan jam lebih lama. Sebagai contoh : terdapat dua botol ASI yang keduanya bertanggal 20 Maret 2012, namun etiket pada botol 1 menunjukan bahwa ASI tersebut selesai diperah pada pukul 14.00 WIB sementara botol 2 pada pukul 16.00 WIB, maka botol ASI yang sebaiknya digunakan terlebih dahulu adalah botol ASI pertama (dengan etiket tanggal 20 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).

Sebelum diberikan pada bayi, ASI tersebut dipanaskan dahulu dengan menggunakan steamer sampai suhu tertentu Setelah agak dingin, barulah diberikan kepada bayi.

 Tantangan Menyusui Ibu Bekerja

 

Post

Menyusui Bayi Prematur

Menyusui Bayi Prematur

jpg15

Para ibu sering menemui masalah menyusui yang sebenarnya bisa dihindari, namun banyak tata laksana di Rumah Sakit yang justru menyulitkan ibu dan bayinya untuk berhasil melaksanakan proses menyusui dengan baik. Hal ini menjadi lebih sulit ketika ternyata bayi lahir prematur, padahal bayi prematur sangat membutuhkan ASI dan perlu menyusu lebih sering daripada bayi lahir cukup bulan. Para ibu dengan bayi prematur ini masih mendapat bantuan dengan  “teknik” yang dikembangkan di era 1960-1970an. ASI, apalagi menyusui, bukan prioritas utama di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit, ruang perawatan intensif bagi bayi baru lahir). Sayangnya meski setelah sekian lama kami mempelajari bagaimana cara terbaik membantu ibu dan bayi dalam proses menyusu, NICU masih belum bisa menerima cara tersebut. Bahkan beberapa teknik baru yang diaplikasikan hanya membuat situasinya lebih buruk.

Beberapa Mitos tentang Bayi Prematur dan Proses Menyusui

1. Bayi Prematur perlu masuk inkubator

Bayi prematur, bahkan yang sangat mungil sekalipun sebenarnya lebih membutuhkan kontak kulit dengan ibu (atau ayahnya) daripada dimasukkan ke dalam inkubator. Bukti-bukti menunjukkan bahwa metabolisme  bayi prematur (atau bayi berkebutuhan khusus) jauh lebih stabil ketika menempel/kontak kulit dengan ibu. Napas bayi lebih stabil, lebih rileks dan tenang, tekanan darahnya lebih normal, kadar gula darah serta suhu kulit mereka pun lebih baik. Semua ini terjadi jika mereka dirawat dengan metode Kangguru (Kangaroo Mother Care) yaitu melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi hampir sepanjang hari. Bahkan ibu yang melakukan metode Kangguru ini dapat memproduksi ASI lebih banyak, ia dapat menyusui bayinya lebih segera dan bayi akan menyusu lebih baik. Sebuah dokumen dari WHO mendiskusikan hal ini panjang lebar dengan berbagai referensi.

2. Semua bayi prematur perlu asupan tambahan (fortifier)

Sebenarnya sebagian besar bayi prematur tidak membutuhkan asupan tambahan.  Jika ibu sudah dapat memerah ASI, bayi dengan berat sekitar 1500 gram (bayi dengan usia kandungan 32 minggu memiliki berat di kisaran 1500 gram, meski ada beberapa pengecualian) dapat tumbuh baik hanya dengan ASI saja,  dengan kemungkinan penambahan vitamin D atau fosfor, barangkali.

Kebutuhan” akan asupan tambahan seakanmenjadi semacam ayat suci yang terukir di prasasti. Banyak (kalau tidak bisa disebut mayoritas) NICU menerapkan kebijakan bahwa semua bayi prematur harus tumbuh dalam tingkat dan kecepatan yang sama, seakan-akan mereka bukan lahir lebih awal. Ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa bayi yang tumbuh lebih cepat (dengan tambahan asupan-editor) kelak akan memiliki masalah seperti kadar kolesterol “jahat” lebih tinggi, tekanan darah lebih tinggi, kekebalan terhadap insulin (yang mungkin merupakan gejala awal dari diabetes tipe 2), dan kegemukan) dibanding dengan bayi prematur yang mendapat ASI. Riset ini dilakukan terhadap 3 kelompok bayi prematur yaitu: kelompok yang menyusu langsung, kelompok yang menyusu langsung dan mendapat donor ASI, dan kelompok yang diberi asupan ASI dengan tambahan formula. Kelompok terakhir ini memang tumbuh lebih cepat dan lebih besar, namun ada harga yang harus dibayar mahal di kemudian hari.

Bagaimana memberi bayi asupan tanpa tambahan? Pertama-tama, beberapa bayi memang perlu asupan tambahan, yaitu bayi yang sangat-sangat mungil dan bayi yang ibunya tidak dapat mengeluarkan cukup ASI. Saat ini memang ada asupan tambahan yang dibuat dari susu manusia (ASI), sayangnya cukup sulit diperoleh dan harganya relatif mahal. Meskipun tidak ada alasan bahwa asupan tambahan harus dibuat dari susu sapi. Bagaimanapun juga mayoritas bayi prematur tidak membutuhkan asupan tambahan karena mereka mempunyai berat yang ‘cukup”.

  • Banyak NICU menerapkan aturan bahwa bayi hanya dapat menerima cairan dalam jumlah tertentu dalam sehari. Biasanya ada di kisaran 150-180 ml/kg/hari,atau  bahkan kurang. Jika bayi diinfus, cairan oral bahkan semakin dikurangi. Pembatasan cairan ini masuk akal ketika misalnya si bayi menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator). Terlalu banyak cairan dapat menyebabkan gagal jantung dan menutup jalur ventilatornya. Akibat dari pembatasan (asupan) cairan ditambah dengan asumsi “bayi masih harus tumbuh seakan berada di dalam rahim ” menghasilkan kebutuhan untuk asupan tambahan/fortifier.

Ada yang saya pelajari ketika saya bekerja di Afrika. Salah satu cara menghindari ‘kebutuhan’ terhadap asupan tambahan pada bayi prematur ternyata adalah dengan memberikan mereka lebih banyak ASI daripada yang ‘diperbolehkan’ di NICU. Benar, fisik  bayi-bayi Afrika ini tidak seperti bayi-bayi di NICU negara maju yang lebih besar,lebih sehat  dan membutuhkan lebih sedikit bantuan pernapasan untuk bertahan hidup. Namun sebagai orang yang percaya kepada hukum “bayi harus tumbuh seolah-olah ia masih dalam rahim” saat itu, saya (Jack Newman) meningkatkan jumlah susu (ASI) hingga diatas 150-180 ml/kg/hari, bahkan terkadang 300 ml/kg/hari dan bayi-bayi itu baik-baik saja dan tumbuh dengan baik. Agar pemberian ASI tidak terlalu banyak pada setiap waktunya, ASI diteteskan langsung ke dalam mulutnya secara berkesinambungan, dengan cara meneteskan beberapa kali dalam satu waktu.

  • Ada kemungkinan penambahan asupan selain ASI, tergantung kadar apa yang kurang dalam darah bayi. Penambahan vitamin D, fosfor, kalsium, bahkan protein manusia (albumin) dan lemak susu manusia (dari donor ASI) dimungkinkan tanpa harus menggunakan fortifier. Bisa dikatakan fortifier merupakan pengencer, mengingat menurunkan konsentrasi semua elemen (dalam ASI) yang membuat ASI khusus dan unik.

3. Bayi prematur belum dapat menempel pada payudara bila belum berusia 34 minggu (masa kandungan)

Ini sama sekali tidak benar. Selama (saya-Jack Newman) bekerja di NICU ramah ASI, khususnya di Swedia, (saya telah melihat) bayi-bayi prematur dapat meraih payudara ibu bahkan bayi yang lahir pada usia kandungan 28 minggu sekalipun. Pada bayi prematur yang lahir di minggu ke 30 pun mereka dapat melekat dan menyusu langsung dari payudara.  Beberapa bayi (baru) yang lahir di minggu 32 bahkan dapat menyusu penuh. Menyusu penuh artinya menyusu langsung pada payudara saja, tanpa bantuan pemberian ASI melalui botol atau selang. Penggunaan Metode Kangguru, dan mengenalkan payudara ibu sesegera mungkin setelah bayi lahir meningkatkan kemungkinan bayi mendapat ASI penuh. Metode ini dapat dilakukan di mana pun

Tentu saja, setiap bayi unik dan berbeda. Beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama, tergantung dari apakah mereka mengalami masalah pada sistem pernafasan atau ada indikasi medis yang lain. Namun amat disayangkan ada patokan bahwa pemberian asupan bagi bayi prematur dilakukan melalui botol hingga bayi tersebut berusia 34 minggu (masa kandungan) baru kemudian diperkenalkan dengan payudara ibunya.

4. Ibu dari bayi prematur harus menggunakan pelindung puting agar bayinya dapat melekat dengan baik dan dapat menyusu dengan baik

Ini tentu saja tidak benar. Berdasar pengalaman saya di Afrika sebagian besar tidak (sebenarnya, kami tidak pernah) menggunakan pelindung puting, begitu pula pengalaman  bekerja di NICU di negara-negara lain seperti Swedia. Nyqvist, dalam artikel keduanya menceritakan pernah menangani bayi-bayi yang lahir pada usia kandungan antara 26-31 minggu dan hanya sebagian kecil yang menggunakan perisai puting. Hasilnya hampir semua bayi pulang dari Rumah Sakit sudah dapat menyusu langsung dari payudara. Berbeda kondisinya dengan yang terjadi di NICU di Amerika Utara. Hanya ada sedikit bayi tersebut yang sudah dapat menyusu langsung dari payudara ketika mereka keluar dari Rumah Sakit (sebelumnya paling bagus para bayi itu memperoleh ASI melalui botol sementara ibu jarang meletakkan bayinya ke payudara).

Kunci sebenarnya adalah sabar (dan meluangkan waktu) untuk mengajarkan bayi mengenal payudara ibu dengan baik. Hal ini memang membutuhkan waktu yang lebih lama daripada ibu menggunakan pelindung puting, namun manfaat jangka panjangnya sepadan. Pelindung puting sebenarnya mengakibatkan produksi ASI berkurang, yang membuat proses lepas dari pelindung puting menjadi sangat sulit (lihat lembar informasi Bila Bayi Belum Bisa Melekat ke Payudara).

Cara membantu bayi prematur melekat pada payudara hampir sama dengan bayi yang cukup umur. Lihat lembar informasi Ketika Melekat dan tontonlah video klipnya d nbci.ca. Video-video klip ini (memang) tidak memperlihatkan bayi-bayi prematur, namun pada secara prinsip proses pelekatannya tetap sama.

5. Bayi prematur harus (perlu) botol agar dapat belajar menghisap dengan baik

Saya tidak tahu harus berkata apa tentang ini. Mitos ini benar-benar keliru. Bayi-bayi prematur dapat belajar menghisap secara alami, tidak perlu diajari dengan botol. Dan ini, sekali lagi, berlaku di mana saja di seluruh dunia. Seringnya, ibu dan bayi prematurnya disegerakan keluar dari Rumah Sakit dengan ‘nasihat’ bahwa bayi akan pulang lebih cepat jika bayi menggunakan botol. Ini bukan cara yang tepat untuk menolong ibu dan bayinya. Dalam kasus manapun, bayi tidak memerlukan botol untuk belajar menyusu. Melaksanakan Metode Kangguru dan mengenalkan bayi kepada payudara ibunya segera dengan mengabaikan ‘patokan ajaib’ 34 minggu (masa kandungan) akan sangat membantu menghindarkan situasi ini. Selain itu, karena proses menghisap botol dan menghisap payudara ibu menggunakan otot-otot yang berbeda. menghisap botol ‘mengajarkan’ bayi keahlian menghisap yang buruk sehingga akan sangat sulit untuk mengoreksi kemampuan ini.

6. Bayi prematur lebih cepat lelah ketika melekat pada payudara

Ini diyakini merupakan mitos yang benar karena semua bayi,bukan hanya bayi-bayi prematur saja, cenderung tertidur di payudara ketika aliran ASI lambat, khususnya di minggu-minggu pertama. Ketika bayi diberi susu dalam botol, karena alirannya cepat, bayi terbangun dan menghisap dengan kuat. Kesimpulan keliru yang timbul? Bayi kelelahan di payudara karena menyusu langsung adalah kerja keras  sementara minum dengan menggunakan botol jauh lebih mudah.

Bayi prematur sering tidak dapat melekat dengan baik, disebabkan sebagian kita mengajarkan pelekatan yang demikian buruk. Melalui pelekatan yang baik, menggunakan tekanan (atau kompresi) payudara, dan jika perlu, menggunakan alat bantu menyusui pada payudara sebagai bantuan, bayi akan memperoleh aliran ASI yang baik sehingga tidak tertidur ketika menyusu di payudara. Tingkatkan aliran ASI, Anda akan melihat bahwa menyusu sama sekali tidak sulit dan tidak melelahkan bagi bayi (prematur).

7. Uji berat badan (menimbang bayi sebelum dan sesudah menyusu/menerima asupan) adalah cara yang baik untuk mengetahui seberapa banyak susu yang bayi minum

Uji berat badan menganggap bahwa kita tahu apa yang seharusnya di dapat oleh bayi ASI. Bagaimana kita bisa tahu, sedangkan aturan bahwa bayi berat sekian dan usia sekian harus mendapatkan x jumlah susu, didasarkan pada bayi yang diberi susu formula dalam botol?

Lalu bagaimana kita bisa mengatakan berapa banyak yang sudah diperoleh bayi jika telah melekat dengan baik, dengan ibu menggunakan teknik kompresi pada payudara, terutama jika menyusui dibatasi pada waktu tertentu atau terjadwal, misalkan 10 atau 20 menit (karena kekhawatiran bahwa bayi kelelahan)?

Cara terbaik untuk mengetahui apakah bayi memperoleh ASI cukup dari payudara adalah dengan memperhatikan bagaimana bayi ketika menyusu dari payudara. Lihatlah video klipnya di situs nbci.ca.

8. Bayi prematur harus tetap memperoleh tambahan asupan (fortifier) meskipun sudah pulang dari rumah sakit

Ini adalah gagasan baru yang bisa mengganggu ibu yang sedang berusaha menyusui bayi prematur. Barangkali seseorang pernah mempresentasikan sebuah makalah pada konferensi yang menunjukkan bayi mempunyai berat badan lebih jika asupan tambahan (non ASI) dilanjutkan bahkan setelah pulang dari Rumah Sakit. Namun, sekali lagi, lebih banyak belum tentu lebih baik dan menyusu lebih penting daripada penambahan berat badan lebih, yang belum tentu lebih baik. Lihat informasi mengenai asupan tambahan (non ASI) di atas.

 Menyusui Bayi Prematur

Post

Ajari Anak Cinta Membaca

Ajari Anak Cinta Membaca

 Kids-Humanism

Apa yang orangtua perlu lakukan ?

Untuk dapat menikmati buku, bukan hanya bisa membaca, namun juga perlu menikmati proses membaca. Menikmati proses membaca bahkan bisa dibilang lebih penting dibandingkan sekadar bisa membaca. Anak yang lancar membaca namun tak suka membaca, kemungkinan lebih memilih melakukan hal lain, misalnya bermaingames di gadget, yang terus terang lebih banyak rugi daripada untungnya.

Supaya anak suka membaca, tentu saja proses membaca perlu dibuat semenyenangkan mungkin. Tunjukkan wajah senang Anda ketika membaca bersama anak. Tak hanya lewat buku, kita juga dapat memperkenalkan proses membaca dengan menunjukkan berbagai bacaan di sekitar kita, mulai dari plang nama jalan, nama gedung, uang, tulisan di depan ruang dokter, dan di manapun Anda menemukan kata-kata yang dapat dibaca. Namun yang tak kalah penting adalah mengenalkan proses membaca ini sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Kapan dimulai ?

Sedini mungkin! Bahkan ketika si kecil masih di dalam kandungan, Anda bisa membacakannya cerita. Ini merupakan stimulasi dini sekaligus bonding ibu dan anak. Lalu, dilanjutkan saat ia bayi. Buku untuk bayi biasanya terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak seperti kain, busa, plastik, atau karton tebal. Jumlah halamannya sedikit, tiap halamannya terdiri dari gambar yang sederhana dan cukup besar ukurannya. Hanya ada beberapa kata saja tertulis di tiap halaman. Perlihatkan kepada bayi bagaimana cara membuka buku ini, membalik halamannya dari kiri ke kanan, memperhatikan gambar-gambarnya, memperhatikan warnanya. Bebaskan ia membanting dan menggigitnya (pengecualian untuk busa/karton yang bisa basah).

Buku seperti apa ?

Buku batita pun terbuat dari bahan yang sama seperti buku bayi, atau terbuat dari karton tipis. Bedanya, jumlah kata dalam tiap halaman bisa lebih banyak, bahkan berupa kalimat. Namun tetap membutuhkan gambar besar dalam tiap halamannya. Buku balita bisa memiliki gambar yang lebih kecil, dengan beberapa kalimat di dalam tiap halamannya. Bahan bukunya pun sudah berupa kertas. Memang sih kertas lebih mudah robek, namun justru perlu karena anak perlu mengasah ketrampilan jari-jarinya untuk membuka lembaran buku.

Ini dia manfaat dan caranya

Supaya menyenangkan, kenalkan apapun manfaat dari membaca. Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat membaca dan cara memperkenalkannya.

  1. Untuk mengetahui informasi baru. Sebelum membuka buku bersama anak, tanya siapa nama tokoh yang ada di sampulnya. Anak mungkin menggeleng karena tak tahu. Buka halamannya, tunjukkan tulisan yang menyebutkan nama tokoh tersebut kepada anak. Cara ini juga bisa dilakukan untuk jenis bacaan apapun di manapun, misalnya ketika mengajak anak ke kantor, anak bisa diajak membaca tulisan apapun yang ada di kantor.
  2. Untuk meningkatkan keterampilan berbahasa. Awalnya dari mendengar, dilanjutkan dengan mengucap, akan diteruskan dengan proses membaca lalu menulis. Bacakan cerita dengan intonasi yang tepat, agar anak mengenal kata-kata, jarak/spasi antar kata, struktur kalimat, ataupun penggunaan tanda baca. Kepada anak yang sudah bisa berbicara, sesekali tanyakan apa yang baru saja dibaca, agar anak belajar mengungkapkan apa yang diketahuinya.
  3. Untuk menikmati cerita. Ajak anak memilih buku yang ingin dibacanya. Pilih tempat membaca yang nyaman, anak boleh minta dipangku atau duduk bersebelahan. Perlihatkan gambar dan tulisan di buku tersebut untuk menarik perhatiannya.
  4. Semakin menikmati proses membaca. Sudah rahasia umum kalau anak suka sekali mengulang cerita yang sama terus-menerus. Membaca berulang memberikan pemahaman semakin dalam tentang bacaan tersebut kepada anak. Apalagi kalau Anda (walaupun merasa bosan) membacakannya lagi dengan tetap riang, anak akan merasa disayang, sehingga menganggap membaca itu menyenangkan sekali.

Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.

  1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
  1. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.
  1. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.
  1. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal  yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.
  1. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.
  1. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

 Ajari Anak Cinta Membaca

Post

MENU VEGETARIAN IBU MENYUSUI

MENU VEGETARIAN IBU MENYUSUI

food

Meski diet vegetarian pada ibu menyusui tidak seketat selagi hamil, namun Anda tetap perlu memperhatikan betul perencanaan makan vegetarian. Ini penting untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi Anda dan pembentukan ASI yang berkualitas.

Kalori. Di masa menyusui tubuh butuh ekstra kalori 500 Kalori per hari. Untuk memenuhinya, konsumsi lebih banyak biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Sajikan 3-4 porsi per hari :
•  1 ½ gelas gelas nasi
•  10 sdm havermout
•  1 gelas bihun
•  3 buah sedang kentang

Protein. Makanlah 3 porsi protein setiap harinya. Vegetarian tidak perlu khawatir akan kebutuhan protein, asal memenuhinya dari bahan makanan seperti kacang-kacangan. Sajikan 3 porsi perhari :
•  ½ gelas kacang polong.
•  2 potong tahu dan tempe.
•  ½ gelas tofu.
•  ½ gelas kacang.
•  2 sendok makan selai kacang.
•  1 gelas susu kedelai.

Lemak. Ibu menyusui juga memerlukan lemak sebagai sumber energi dan sumber asam lemak esensial. Komposisi asam lemak pada ASI tergantung bahan sumber lemak dalam makanan Anda sehari-hari, cadangan lemak, dan ketersediaan hayati pembentuk lemak. Karenanya, memperhatikan asupan lemak pada ibu menyusui sangat penting agar komposisi optimal asam lemak pada ASI dapat dicapai. Pada orang dewasa kebutuhan asam lemak esensial 3% dari total energi. Pada masa laktasi tambahan kebutuhan berkirar 2 – 4% dari total energi. Konsumsi 1 porsi per hari :
•  5-8 sendok teh minyak zaitun, canola atau minyak kacang
•  5-8 sendok teh margarin
•  1 gelas santan

Kalsium. Kebutuhan kalsium selama menyusui meningkat menjadi sekitar 1000 mg per hari- lebih banyak 150 mg per dibanding saat tidak menyusui. Selama proses menyusui kebutuhan kalsium meningkat karena simpanan kalsium di tubuh ibu akan berkurang 300 mg per harinya. Konsumsilah 3 porsi per hari pilihan makanan ini:
•  2 gelas brokoli
•  2 gelas bok coy
•  1 gelas susu kedelai
•  3 potong tahu

Vitamin D. Resiko kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis –penyakit akibat rapuhnya pertumbuhan tulang. Oleh karenanya, American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan ibu dari bayi yang minum ASI, untuk mengonsumi vitamin D 2 porsi per hari  misalnya dari:
•  1 butir kuning telur
•  3 sendok makan margarin

Vitamin B 12. Vegetarian lacto-ovo dan lacto umumnya masih cukup mendapatkan vitamin B12. Namun, tidak demikian halnya pada vegetarian murni. Padahal, vitamin B12 diperlukan untuk berlangsungnya semua fungsi sel-sel tubuh. Untuk mengatasi kekurangan vitamin 12, vegetarian murni perlu mengkonsumsi makanan kaya vitamin B12 seperti tempe, tauco, oncom atau aneka makanan yang telah diperkaya vitamin dan mineral seperti sereal sarapan pagi.  Konsumsi 2 porsi per hari :
•  ½ gelas keju parut
•  2 gelas susu sapi

Jangan Lupa! 

  • Selalu pantau tumbuh kembang janin dan pastikan berkembang sesuai milestones.
  • Stock makanan bergizi di rumah, misalnya buah dan sayuran yang mudah di masak sebab ibu baru seringkali memiliki sedikit waktu dan energi untuk berbelanja sesuai perencanaan menu.
  • Jika Anda tetap khawatir tidak mendapatkan asupan gizi sesuai yang dibutuhkan, temui dokter atau ahli gizi.

Pola Makan Ibu Hamil Vegan

Ini dia zat-zat gizi yang wajib ditingkatkan asupannya selama masa kehamilan, agarkehamilan Anda sehat meski menjalani pola makan vegan.

  • Jeruk, sayuran hijau, susu kedelai, roti dan sereal yang difortifikasi –diperkaya asam folat sebanyak 140 mikrogram/100 gram bahan makanan. Karena mengandung asam folat yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan tabung saraf beserta sistem saraf pusat janin pada minggu-minggu pertama kehamilan. Selama kehamilan, asupannya harus ditingkatkan menjadi 400-600 mikrogram per hari, dalam bentuk suplemen maupun bahan makanan.
  • Aneka jenis kacang-kacangan, jagung dan beras merah. Sangat disarankan untuk mengonsumsi paling tidak lima jenis kacang-kacangan, seperti kacang kedelai dan aneka produk olahannya (susu kedelai, tahu, tempe), kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang lentil, kacang bogor dan almon. Karena mengandung protein untuk pembentukan sel-sel janin. Kebutuhannya sebanyak 71 gram sehari. Bila sudah terbiasa mengonsumsi makanan sumber protein yang bervariatif, tinggal menambah 17 gram protein dengan kandungan 68-70 kalori per hari, misalnya dari 2 cangkir susu kedelai, 252 gram tofu atau 84 gram tempe.
  • Bayam, brokoli, bokcoy, semangka, aprikot kering, jus tomat, kismis, tofu, tempe, kentang, jus prune, kacang hijau dan kacang kedelai, bulgur, dan minyak wijen. Karena mengandung zat besi (Fe)  sebagai ahan pembentuk sel-sel darah merah. Anjuran asupan dalam sehari adalah 30 mg, khususnya saat usia kehamilantrimester 2 dan trimester 3. Konsumsi pula makanan sumber vitamin C untuk membantu mengoptimalkan penyerapan zat besi –namun batasi tidak lebih dari 65 mg sehari sebab akan menghambat penyerapan zat seng (Zn) dan menyebabkan keluhan mual, rasa panas di dada serta sembelit.
  • Tofu, aneka jenis sayuran berdaun hijau tua, jus buah-buahan, sawi putih,bokcoy, brokoli, serealia yang difortifikasi,  kacang kedelai dan produk olahannya (susu kedelai, yoghurt, tofu, tahu, tempe). Tofu merupakan sumber kalsium dianjurkan bagi penganut vegan. Karena mengandung kalsium (Ca) untuk membentuk tulang dan gigi janin. Saat usia kehamilan masuk trimester 3, janin akan memakai sekitar 25-30 gram kalsium dari tubuh ibunya. Upayakan asupan kalsium Anda perhari minimal  mencapai 1200 mg.
  • Aneka jenis serealia dan susu kedelai yang diperkaya vitamin, yang rata-rata mengandung 10 mikrogram (400 IU) vitamin D. Karena mengandung vitamin D  untuk membantu penyerapan kalsium. Kebutuhan vitamin D secara alami dapat dipenuhi melalui berjemur di bawah matahari
  • Aneka makanan yang diproses dengan menggunakan ragi, misalnya tapai singkong, tapai ketan, oncom dan tempe. 1-2 sendok teh tepung ragi mengandung vitamin B12 sekitar 2,2 mikrogram. Sumber lainnya adalah serealia untuk sarapan, tahu, tofu dan susu kedelai. Karena mengandung vitamin B6 dan B12  yang sangat dibutuhkan dalam proses sintesa jaringan baru pada tubuh janin, pembelahan sel dan metabolisma protein. Kebutuhan vitamin B6 sekitar 1,7 mikrogram dan vitamin B12  sekitar 2,6 mikrogram per hari.

 MENU VEGETARIAN IBU MENYUSUI

Post

Hentikan Anak Bicara Kasar

Hentikan Anak Bicara Kasar

stop-bicara-kasar

Suatu hari balita menghardik Anda, “Ibu bodoh amat, sih!” Pasti Anda syok, sekaligus bertanya-tanya, dari mana dia belajar bicara kasar seperti itu? 

Dari lingkungan. Bunda, pada usia prasekolah, keterampilan berbahasa seorang anak tengah berkembang pesat. Bagai spons, ia menyerap semua kata “baru” yang didengar dari lingkungannya, untuk kemudian ditiru. Masalahnya, tidak semua kata-kata “baru” itu baik. Misalnya, tidak semua acara televisi kesukaan anak (misalnya sinetron anak atau film kartun) sopan bahasanya. Banyak ibu mengeluh maraknya sinetron anak yang memuat kata-kata makian, umpatan, atau hinaan, seperti “sialan”, “bego”, “bengsek”, “goblok”, yang sebenarnya tidak pantas diucapkan sehari-hari, baik oleh anak maupun orang dewasa.

Makin parahnya, di usia 3-4 tahun, anak belum memiliki “saringan” untuk membedakan mana kata yang baik, dan mana yang buruk, serta bisa menyinggung perasaan orang lain.

Tenang, Bunda. Jangan langsung naik darah saat mendengar si 3-4 tahun berbicara kasar. Jaga ekspresi dan reaksi Anda tetap tenang. Bisa jadi dia asal ucap saja, padahal tidak tahu makna kata yang diucapkannya.

Jangan marah. Tidak marah, membentak, apalagi memberi hukuman fisik seperti menyentil mulutnya. Bila Anda marah, dia cenderung berkata kasar lagi saat sedang marah pada Anda, hanya untuk memancing reaksi Anda, atau membuat Anda kesal.

Tidak tertawa. Sekadar tersenyum geli pun jangan. Sebab, anak bisa salah sangka, mengira perkataannya lucu. Dia akan mengulangnya lagi untuk menghibur atau mencari perhatian.

Jelaskan itu tidak baik, dan mengapa. Katakan, “Kamu tahu tidak, “bego” itu kata-kata yang kasar dan jelek sekali, lho. Kalau kamu mengucapkan kata-kata itu, ibu bisa sedih, dan orang yang mendengar, jadi tidak suka sama kamu.”

Tanyakan dari mana dia mendengarnya, agar Anda bisa mewaspadai sumber-sumbernya, dan mengoreksi bahwa yang ditonton di TV itu jelek, jangan ditiru.

Kenalkan konsekuensi. Jika 2 kali diperingatkan, anak tetap berbicara kasar, Anda perlu mendisiplinkannya. Tenang tapi tegas, katakan, “Darren sudah 2 kali Bunda kasih tahu, masih saja berbicara kasar. Sekarang Darren tidak boleh makan es krim yang dibelikan ayah.” Jika dia merengek, Anda harus konsisten. Tunjukkan, Anda tidak mentolerir perbuatannya. Sebaliknya, bila dia tidak pernah mengulangi kata-kata kasarnya, beri pujian.

Ajarkan empati.
 Sering anak berkata kotor tanpa menyadari itu bisa menyakiti perasaan orang. Misalnya, “Ih jelek, Dinda ompong!” Anda perlu mengajarkan anak berempati. Ajak dia membayangkan jika ia menjadi Dinda, betapa sedih diejek. Ajarkan juga untuk tidak menilai orang hanya dari penampilan fisik.

www.petiteellekids.com

Hentikan Anak Bicara Kasar

Post

PERSALINAN MELESET DARI PERKIRAAN

PERSALINAN MELESET DARI PERKIRAAN

20091027210647

Namanya juga taksiran, perkiraan lahir atau bersalin, bisa saja meleset.Bayi bisa lahir lebih cepat atau lebih lambat dari taksiran. Untuk memastikannya, memang harus mencermati hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pun jika hasilnya sama, belum tentu juga bayi lahir pada tanggal tersebut.

Rumus umum. Secara umum, kehamilan dikatakan berlangsung selama 9 bulan 10 hari atau 280 hari. Tetapi, kapan waktu tepatnya terjadi pembuahan, hingga kini masih sulit diketahui. Akibatnya, diciptakanlah beberapa rumus untuk menghitung usia kehamilan dan taksiran persalinan. Salah satunya, rumus Naegle.

 Rumus ini didasarkan pada hari pertama haid terakhir (HPHT), dan sebenarnya hanya dapat digunakan pada wanita yang memiliki siklus haid teratur, yakni antara 28-30 hari. Ini yang kadang tidak diperhatikan dan membuat  calon ibu salah hitung sehingga mendapat taksiran persalinan yang meleset. Penyebab lain kesalahan taksiran cara ini adalah calon ibu salah atau lupa HPHT-nya.

Pemeriksaan USG. Dengan alat ini perkiraan persalinan bisa ditentukan lebih akurat.

  • Apalagi, bila pemeriksaan USG dilakukan antara usia kehamilan 7–11 minggu (trimester pertama). Ukuran bayi saat itu belum terlalu besar sehingga dokter bisa mengukur kepala sampai kaki janin (crown rump length atau CRL) dalam satu bidang. Lewat dari 11 minggu, kesalahannya adalah plus minus 7–10 hari.
  • Sementara kalau USG baru dilakukan pada trimester kedua, kesalahannya sudah plus minus 2–3 minggu. Kalau dilakukan pada trimester ketiga, kesalahannya sudah plus minus 3–4 minggu. Jadi, semakin besar suatu kehamilan, semakin tidak akurat untuk menentukan usia kehamilan atau taksiran persalinannya.

Mengingat taksiran persalinan USG  tidak 100% akurat, penting membandingkannya dengan taksiran persalinan berdasarkan HPHT. Apalagi,  bagi calon ibu yang ingat HPHT-nya. Jika bedanya tidak jauh, misalnya menurut haid taksiran persalinannya adalah tanggal 1 dan menurut USG tanggal 4, maka kita ikut tanggal yang menurut haid. Tapi kalau bedanya sudah lebih dari 10 hari, misalnya 2 minggu, maka kita ikut tanggal menurut hasil USG.

Kekeliruan dalam Penghitungan

Jumlah kejadian kehamilan yang melewati batas waktu normal memang tidak terlalu banyak. Biasanya, kasus-kasus ini terjadi akibat adanya kesalahan dalam menghitung usia kehamilan. Kesalahan penghitungan ini bisa terjadi lantaran siklus menstruasi dari si ibu yang tidak teratur. Artinya, kesalahan penghitungan masa kehamilan memang sudah terjadi sejak awal si ibu mengetahui bahwa ia sedang hamil.

Untuk mengetahui kapan tepatnya si ibu mulai hamil, ada baiknya jika ibu hamil melakukan pemeriksaan USG atau Ultra Sonografi. Dengan pemeriksaan melalui USG serta pengukuran tinggi rahim secara teratur pada trisemester awal kehamilan, ibu hamil bisa mengetahui kapan tepatnya pembuahan di dalam rahimnya terjadi. Hal ini dikarenakan, ketika ia mengalami terlambat datang bulan belum tentu pembuahan tersebut sudah terjadi di dalam rahimnya. Bisa jadi pembuahan tersebut baru berlangsung 2-3 minggu setelah si ibu mengalami terlambat datang bulan.

Namun pada beberapa kasus, meski si ibu sudah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti yang disebutkan diatas, tetap saja ada persalinan yang meleset dari tanggal perkiraan. Dan sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab dari melesetnya waktu persalinan ini. Beberapa dokter ahli kandungan memperkirakan, melesetnya tanggal persalinan ini mungkin saja dipengaruhi oleh faktor dari si ibu dan juga janin dalam kandungan.

Jika ditilik dari faktor yang berasal dari si ibu, kehamilan postterm bisa saja terjadi akibat adanya riwayat postterm di kehamilan yang sebelumnya. Selain itu, kehamilan postterm juga bisa saja terjadi akibat adanya faktor keturunan atau genetik, kurangnya jumlah enzim sulfatase di dalam plasenta, kekurangan jumlah hormon tiroid dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan jika dilihat dari faktor janin yang berada di dalam kandungan, kehamilan postterm bisa terjadi akibat adanya kelainan letak janin atau kelainan pertumbuhan pada tulang tengkorak. Atau, kehamilan jenis ini juga bisa terjadi karena janin berukuran besar atau istilahnya adalah makrosomi. Beberapa orang juga percaya bahwa kehamilan postterm lebih sering terjadi pada janin yang berjenis kelamin laki-laki daripada janin perempuan, meskipun belum ada penelitian yang membenarkan hal ini.

Masa Persalinan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika seorang ibu hamil sudah melewati masa 42 minggu dan bayi di dalam kandungan belum menampakkan tanda-tanda melahirkan, maka dokter kandungan akan memeriksa apakah kehamilan si ibu memang benar-benar sudah melewati batas waktu. Biasanya, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi melalui data catatan USG di trisemester awal serta kapan si ibu mengalami haid terakhir kali. Jika memang ternyata masa kehamilan si ibu sudah melewati batas waktu normal, maka dokter akan berusaha mencari tahu penyebabnya dan juga memeriksa kondisi janin dalam kandungan. Jumlah air ketuban, kardiotokografi serta kematangan plasenta juga ikut diperiksa untuk menjamin keselamatan si ibu dan si jabang bayi.

Setelah memeriksa kondisi janin dalam kandungan, dokter akan segera bisa memutuskan apakah persalinan harus dilakukan dalam waktu dekat atau tidak. Dalam hal ini, dokter juga akan mempertimbangkan cara persalinan seperti apa yang akan digunakan. Untuk persalinan secara normal atau pervaginam, biasanya dokter akan memberikan induksi melalui cara dan obat-obatan tertentu. Sedangkan jika induksinya gagal atau kondisi janin tidak memungkinkan, misalnya seperti ukuran bayi yang terlalu besar atau gawat janin, maka biasanya dokter akan menyarankan si ibu untuk melakukan operasi caesar.

Itu sebabnya ibu hamil perlu mempersiapkan mental serta kondisi fisiknya secara matang sejak awal masa kehamilan. Mereka juga tidak perlu mengkuatirkan kehamilan postterm karena selain jarang terjadi, kehamilan jenis ini juga tidak membahayakan selama kondisi janin terus dipantau secara ketat oleh dokter kandungan.

 Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Anda bisa memilih yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan .

1. Hari pertama haid terakhir (HPHT)

Metode ini membutuhkan pengetahuan Anda tentang siklus menstruasi. Berdasarkan siklus, dokter bisa memperkirakan usia kehamilan dan tanggal kelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Naegele, Cara menghitungnya: Tentukan hari pertama menstruasi terakhir. Angka ini dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir (LMP = Last Menstrual Periode).

Jika HPHT Ibu ada pada bulan Januari – Maret

Rumusnya: (Tanggal + 7 hari), (bulan + 9), (tahun + 0).

Misal, HPHT 10 Januari 2010, maka perkiraan lahir (10+7), (1+9), (2010 + 0) = 17-10-2010 atau 17 Oktober 2010.

Jika HPHT Ibu ada pada bulan April – Desember

Rumusnya: (Tanggal + 7 hari), (bulan – 3),(Tahun + 1).

Misal, HPHT 10 Oktober 2010, maka perkiraan lahir  (10 + 7), (10 – 3), (2010 + 1) = 17-7-2011 atau 17 Juli 2011.

Catatan:

• Rumus ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang daur haidnya teratur, yakni antara 28-30 hari.

• Perkiraan tanggal persalinan sering meleset antara 7 hari sebelum atau setelahnya. Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini.

• Untuk mengurangi kemungkinan terlalu melesetnya perhitungan pada wanita yang daur haidnya pendek, akan ditambahkan beberapa hari dari hari-H. Sedang yang daur haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari.

2. Gerakan janin

Perlu untuk diketahui bahwa pada kehamilan pertama gerakan janin mulai terasa setelah kehamilan memasuki usia 18-20 minggu. Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu.

3. Tinggi puncak rahim

Biasanya, dokter akan meraba puncak rahim (Fundus uteri) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, ini menunjukkan usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu.

Perlu dietahui, ukuran maksimal adalah 36 cm dan tidak akan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan yang akan dialami adalah janin Anda besar, kembar, atau cairan tubuh Anda berlebih.

4. Menggunakan 2 jari tangan

Pengukuran dengan menggunakan 2 jari tangan ini hanya bisa dilakukan jika ibu hamil tidak memiliki berat badan yang berlebih. Caranya; letakkan dua jari Anda diantara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

 5. Menggunakan ultrasonografi (USG)

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada layar monitor.

 PERSALINAN MELESET DARI PERKIRAAN